KAJIAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK PERDAGANGAN BERJANGKA DENGAN PENEKANAN PADA UNSUR GHARAR DAN MAYSIR DALAM PERDAGANGAN MODERN
- Authors
-
-
Githa Asmadeningrum Rosady
Universitas Negeri SemarangAuthor -
Baidhowi Baidhowi
Universitas Negeri SemarangAuthor
-
- Keywords:
- Fiqh Muamalah, Gharar, Hukum Ekonomi Syariah, Maysir, Perdagangan Berjangka
- Abstract
-
ABSTRACK
Futures trading is a modern financial instrument that is widely used in managing price risk and investment activities. However, from the perspective of Islamic Economic Law, this practice raises serious problems because of strong indications of excessive uncertainty (gharar) and speculative profit (maysir). Gharar arises because transactions are carried out on assets that are not yet owned or are not yet available in real terms at the time of the contract, and there is no clarity regarding the delivery of the promised goods, especially if the settlement is only made in cash. In conditions like this, the contract becomes uncertain, and contradicts the principles of transparency and legal certainty in Islam. On the other hand, maysir can be seen from the tendency for contracts to be used for price speculation alone, without a basis in productive economic activity. This practice resembles gambling because the perpetrators only rely on price predictions to make a profit, while the potential for losses is also high and random. The use of margin and leverage worsens this condition because it opens up opportunities for large fund turnover with only small capital, but high risk. This study uses a normative approach with an analysis of Islamic legal sources and national regulations governing futures trading. The results of the study emphasize the need to update the contract structure to be more in line with valid contracts in sharia, and require strict supervision to ensure that transactions remain within the corridor of justice, welfare, and protection of assets.
Keywords: Fiqh Muamalah, Gharar, Sharia Economic Law, Maysir, Futures Trading
ABSTRAK
Perdagangan berjangka merupakan instrumen keuangan modern yang banyak dimanfaatkan dalam pengelolaan risiko harga maupun aktivitas investasi. Namun, dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, praktik ini menimbulkan persoalan serius karena adanya indikasi kuat unsur ketidakpastian berlebih (gharar) dan spekulasi untung-untungan (maysir). Gharar muncul karena transaksi dilakukan atas aset yang belum dimiliki atau belum tersedia secara nyata saat akad, serta tidak adanya kejelasan mengenai penyerahan barang yang dijanjikan, terlebih jika penyelesaiannya hanya dilakukan secara tunai. Dalam kondisi seperti ini, akad menjadi tidak pasti, dan bertentangan dengan prinsip transparansi serta kepastian hukum dalam Islam. Di sisi lain, maysir terlihat dari kecenderungan kontrak digunakan untuk spekulasi harga semata, tanpa dasar aktivitas ekonomi produktif. Praktik ini menyerupai perjudian karena pelaku hanya mengandalkan prediksi harga untuk memperoleh keuntungan, sementara potensi kerugiannya juga tinggi dan acak. Penggunaan margin dan leverage memperparah kondisi ini karena membuka peluang perputaran dana besar hanya dengan modal kecil, tetapi berisiko tinggi. Kajian ini menggunakan pendekatan normatif dengan analisis terhadap sumber hukum Islam dan regulasi nasional yang mengatur perdagangan berjangka. Hasil kajian menegaskan perlunya pembaruan struktur kontrak agar lebih sesuai dengan akad-akad yang sah dalam syariah, serta menuntut pengawasan yang ketat untuk memastikan transaksi tetap berada dalam koridor keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan terhadap harta.
Kata Kunci : Fiqh Muamalah, Gharar, Hukum Ekonomi Syariah, Maysir, Perdagangan Berjangka
- Downloads
- Published
- 2025-06-09
- Section
- Articles
How to Cite
Most read articles by the same author(s)
- Salsabila Aprilia, Baidhowi Baidhowi, ANALISIS PRINSIP-PRINSIP HUKUM EKONOMI SYARIAH DALAM PENGELOLAAN ZAKAT DAN WAKAF SEBAGAI INSTRUMRN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 13 No. 9 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Fahma Farika, Baidhowi Baidhowi, OPTIMALISASI PERAN BANK INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN INSTRUMEN PASAR UANG SYARIAH SEBAGAI UPAYA PENGUATAN SISTEM KEUANGAN ISLAM DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 13 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Marshanda Luad Dahlia, Baidhowi Baidhowi, TINJAUAN YURIDIS TERHADAP VALIDITAS AKAD DALAM LAYANAN PEER TO PEER LENDING SYARIAH BERDASARKAN FATWA DSN-MUI , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 13 No. 9 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Cindy Valentina, Baidhowi Baidhowi, PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH DALAM AKAD MURUBAHAH DI BANK SYARIAH , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 13 No. 9 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Adelia Sherin Kirana Sari, Arlenne Devillya Wulandari, Baidhowi Baidhowi, PENGARUH LIKUIDITAS DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DI SEKTOR PERBANKAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 14 No. 7 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Similar Articles
- Ismail Sulihin, Dwi Putri Septya Nur Fadillah, Suryaningsih, SIMBOL KEKERASAN DALAM: TEROR KEPALA BABI DAN RELEVANSI HUKUM PIDANA DALAM MENJAGA KEBEBASAN PERS , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 14 No. 8 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Mohammad Sirodjat Tamimi, Ahmad Faruq, HAK DAN KEWAJIBAN ISTRI KARIR SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA: PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) DAN KESETARAAN GENDER , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 14 No. 3 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Anita Firdausi, Fauzan Nur Abadi, Tiara Yogi Dwi Amelia, Triana, TINJAUAN ETIS DAN HUKUM TERHADAP PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DI TENGAH MARAKNYA KONTEN DEEPFAKE DI MEDIA SOSIAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 14 No. 6 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Edy Sujatmiko, Teguh Waluyo, Konflik Rusia-Ukraina: Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional (Russia-Ukraine conflict: Violations of International Humanitarian Law) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 13 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Muhammad Alifia Aziz Rosadi, PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG SAHAM MINORITAS DALAM TATA KELOLA PERUSAHAAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 4 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Yusran Yusran, Suryaningsi Suryaningsi, SIMBOL KEKERASAN DALAM: TEROR KEPALA BABI DAN RELEVANSI HUKUM PIDANA DALAM MENJAGA KEBEBASAN PERS DAN KETERKAITANNYA DENGAN KEMAJUAN TEKNOLOGI MASA KINI , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 14 No. 8 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Ano Dwi Wijaya, Yukey Anggraini, Muhammad Faiz Ridho, Edra Satmaidi, Wulandari, HARMONISASI PENGATURAN TATA RUANG ANTARA UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG CIPTA KERJA; PERSPEKTIF PENATAAN RUANG DAN KEPASTIAN INVESTASI , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 12 No. 7 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- M. Ilham Kurniawan, Prigel Aditama, Chichi Savitri, Annisa Tri Anggita, Pipi Susanti, MENGGAGAS CONSTITUTIONAL COMPLAINT SEBAGAI KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI UNTUK MEMPERKUAT HAK-HAK KONSTITUSIONAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 10 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Abdurrahman, EVALUASI IMPLEMENTASI PERTANGGUNGJAWABAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL TERHADAP KEWAJIBAN LINGKUNGAN DALAM INVESTASI ASING DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 13 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
- Pajri Aprizal, Gina Azhara Nabilla. R, Sona Norana Kurnia Ilahia, Elsa Ilmiah, Salsabilah Salwa Septiani, Pipi Susanti, TINJAUAN YURIDIS TERHADAP DANA ALOKASI KHUSUS SEBAGAI INSTRUMEN PEMBANGUNAN DAERAH DALAM SISTEM KEUANGAN DAERAH , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 13 No. 4 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
You may also start an advanced similarity search for this article.