Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 9, No. 5Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi

Published July 14, 2025

Issue description

Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek adalah Jurnal ilmiah berisikan tentang multidisplin ilmu Sains dan Teknologi Industri diterbitkan oleh Institute Cahaya Ilmu Bangsa Jurnal ini  diterbitkan tiap bulan. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek bertujuan menerbitkan makalah-makalah berkualitas tinggi  di bidang Sains dan Teknologi Industri yang direview oleh beberapa orang reviewer di bidang Sains, Teknologi, Komunikasi dan Industri yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek menerima makalah yang merupakan hasil pemikiran original dan kontribusi yang signifikan yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. Jurnal ini diterbitkan untuk disiplin ilmu sains dan teknologi industri

Articles

  1. RANCANGAN SISTEM PENDETEKSI DAN PEMANTAUAN KEBAKARAN DI GEDUNG TOWER PEGADAIAN DENGAN SMOKE DETECTOR FSP-851R DAN HEAT DETECTOR FST-951

    Kebakaran merupakan salah satu bencana yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan menyebabkan kerugian material dalam skala besar, terutama pada bangunan bertingkat seperti gedung perkantoran. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas aktivitas di gedung-gedung tinggi, sistem pendeteksi kebakaran yang andal dan responsif menjadi kebutuhan mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendeteksi dan pemantauan kebakaran yang dapat bekerja secara efektif di Gedung Tower Pegadaian dengan menggunakan smoke detector FSP-851R dan heat detector FST-951. Smoke detector FSP-851R bekerja dengan prinsip fotoelektrik untuk mendeteksi partikel asap dari kebakaran smouldering, sementara heat detector FST-951 mendeteksi kenaikan suhu secara signifikan, termasuk suhu tinggi yang tidak menghasilkan asap. Kedua detektor ini diintegrasikan dengan sistem pusat kendali Main Control Fire Alarm (MCFA) yang berfungsi sebagai otak sistem untuk mengidentifikasi sinyal, memproses informasi, dan memberikan peringatan dini dalam bentuk suara dan visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimental melalui pengujian langsung di lapangan, termasuk simulasi kebakaran dan pencatatan waktu respons serta akurasi deteksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi potensi kebakaran dalam waktu kurang dari 10 detik dan menunjukkan zona lokasi dengan akurat, sehingga memudahkan petugas keamanan dalam melakukan langkah evakuasi dan mitigasi secara cepat. Penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan penghuni gedung, melindungi aset penting seperti dokumen dan perangkat elektronik, serta menjadi solusi efektif dalam sistem manajemen risiko kebakaran di gedung-gedung komersial serupa. Sistem ini juga memenuhi standar regulasi keselamatan kebakaran yang berlaku, dan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fitur monitoring jarak jauh berbasis teknologi internet

  2. RANCANG BANGUN KONTROL KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA PADA TRANSPORT FAN MENGGUNAKAN ARDUINO MEGA 2560

    Transport fan merupakan komponen penting yang digerakkan oleh motor induksi tiga fasa dan memiliki dua siklus kecepatan, yaitu kecepatan lambat saat material penuh dan kecepatan cepat saat kebutuhan material tinggi. Untuk mengatur kecepatan tersebut secara otomatis dan efisien, digunakan mikrokontroler Arduino Mega 2560 yang terintegrasi dengan inverter Mitsubishi E700. Inverter ini mengubah tegangan menjadi frekuensi untuk mengatur kecepatan motor. Sistem kontrol kecepatan ini menerima masukan dari pressure transducer guna menyesuaikan kecepatan motor sesuai kebutuhan proses. Selain itu, sistem juga dilengkapi sensor kecepatan yang dirancang secara sederhana dan ekonomis untuk memberikan umpan balik kecepatan secara akurat. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mengatur kecepatan motor secara responsif dan stabil sesuai input pengguna, serta motor mampu mencapai kecepatan target 821 Rpm pada saat output frekuensi inverter maximal 48,75Hz. Sistem ini menjadi solusi yang optimal dalam pengaturan kecepatan motor induksi untuk aplikasi transport fan, dibuktikan dengan slip yang didapatkan antara 0 sampai 1.

    Kata kunci: Transport fan; Arduino mega 2560; Inverter; Sensor kecepatan.

     

    Abstract

    Transport fan is an important component driven by a three-phase induction motor and has two speed cycles, namely slow speed when the material is full and fast speed when the material requirement is high. To regulate the speed automatically and efficiently, an Arduino Mega 2560 microcontroller is used which is integrated with a Mitsubishi E700 inverter. This inverter converts voltage to frequency to regulate the motor speed. This speed control system receives input from a pressure transducer to adjust the motor speed according to process requirements. In addition, the system is also equipped with a speed sensor that is designed simply and economically to provide accurate speed feedback. The implementation results show that the system is able to regulate the motor speed responsively and stably according to user input, and the motor is able to reach a target speed of 821 Rpm when the inverter output frequency is a maximum of 48.75Hz. This system is an optimal solution in regulating the speed of induction motors for transport fan applications, as evidenced by the slip obtained between 0 and 1.

    Keywords: Transport fan; Arduino mega 2560; Inverter; Speed sensor.

  3. PERANCANGAN SISTEM PAKAR RBES UNTUK PENILAIAN KINERJA GURU DAN REKOMENDASI KELEMAHAN MENGGUNAKAN APLIKASI KINERJA GURU

    Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem penilaian kinerja
    guru berbasis web dengan metode Rule-Based Expert System di MA
    Kanjeng Sepuh. Sistem ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan
    penilaian manual yang kurang efisien dan tidak objektif.
    Pengembangan dilakukan menggunakan metode waterfall dan diuji
    melalui Black Box Testing serta UMUX-Lite. Hasilnya menunjukkan
    bahwa sistem mampu memberikan penilaian yang akurat, efisien,
    dan mudah diakses oleh pihak sekolah, sehingga mendukung
    peningkatan kualitas pendidikan.

  4. PENERAPAN ALGORITMA A* DAN GREEDY DALAM MENENTUKAN JALUR TERCEPAT MENUJU RUANG KELAS DI LINGKUNGAN KAMPUS

    Pencarian jalur tercepat menuju ruang kelas menjadi permasalahan penting di lingkungan kampus, khususnya di kampus yang memiliki area kompleks dengan banyak gedung dan simpul akses. Penelitian ini menerapkan dan membandingkan dua algoritma pencarian jalur yaitu A* (A-Star) dan Greedy Best First Search untuk menentukan rute tercepat dari gerbang utama ke ruang kelas tertentu di dalam kampus. Model simulasi dibangun menggunakan representasi graf berbobot, di mana node mewakili lokasi seperti gerbang, tangga, lift, ruang kelas, dan kantin, sementara bobot menyatakan jarak tempuh antar titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur graf sederhana maupun kompleks, algoritma A* memberikan hasil pencarian jalur yang optimal dengan mempertimbangkan estimasi jarak dan total jarak sebelumnya, sementara algoritma Greedy lebih cepat namun tidak selalu menghasilkan rute optimal. Penelitian ini dapat dijadikan dasar pengembangan sistem navigasi kampus berbasis algoritma.

  5. STUDI OPTIMASI TEMPERATUR DAN VARIASI SUDUT KAMPUH LAS TERHADAP KEKUATAN IMPAK HASIL SAMBUNGAN PENGELASAN LAS PLASTIK DENGAN MATERIAL LEMBARAN PVC

    Proses pengelasan menggunakan plastik, khususnya PVC (polyvinyl chloride) menjadi penting dalam berbagai aplikasi industri untuk mencapai sambungan yang kuat dan tahan lama. Variabel seperti temperatur dan variasi sudut kampuh las memainkan peran krusial dalam menentukan kualitas hasil pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan pengaruh Temperatur serta variasi sudut kampuh las terhadap kekuatan impak sambungan hasil pengelasan plastik menggunakan material PVC. Metode yang digunakan adalah Desain of Experiment (DOE) Factorial dengan analisis statistik ANOVA dua arah. Variasi temperatur udara hot gun welding dan sudut kampuh las menghasilkan tiga kombinasi temperatur udara hot gun welding untuk masing-masing variabel bebas: 300°C, 305°C, dan 310°C untuk temperatur udaranya, serta 60°, 65°, 70° untuk sudut kampuh las. Proses pengujian melibatkan pengambilan data menguji material dengan kekuatan impaknya hingga patah. Data tersebut diolah dengan bantuan perangkat lunak seperti Excel dan Minitab 21 untuk mendapatkan hasil analisis yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur dan sudut kampuh las, kekuatan impaknya cenderung lebih rendah. Interaksi antara keduanya juga terbukti tidak signifikan secara statistik dengan p-value > 0,05. Melalui analisis response optimizer, kombinasi paling optimal untuk menghasilkan kekuatan impak tertinggi adalah temperatur udara hot gun welding 300°C  dan sudut kampuh las 60°. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi, khususnya di bidang pengelasan thermoplastik dengan material PVC.

  6. PERENCANAAN STRUKTUR BAJA GEDUNG 7 LANTAI

    Perencanaan struktur baja gedung 7 lantai melibatkan serangkaian analisis dan desain untuk memastikan bangunan aman, stabil, dan memenuhi standar yang berlaku. Proses ini meliputi analisis tanah, pembebanan, permodelan struktur, dan perhitungan dimensi serta penulangan komponen struktur seperti pelat lantai, balok, kolom, dan pondasi. Selain itu, perencanaan juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi lokasi, termasuk data gempa, dan standar nasional Indonesia (SNI) yang berlaku. Dengan perencanaan yang matang dan komprehensif, sebuah gedung 7 lantai dapat dirancang dan dibangun dengan aman, stabil, dan memenuhi standar yang berlaku.

  7. PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 8 LANTAI

    Perencanaan struktur gedung 8 lantai melibatkan serangkaian analisis dan perhitungan untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan kinerja bangunan. Fokus utamanya adalah pada desain elemen struktur seperti pondasi, kolom, balok, plat lantai, dan dinding geser, serta mempertimbangkan beban yang bekerja pada bangunan, termasuk beban gravitasi dan beban lateral seperti gempa. Perencanaan ini juga harus memenuhi standar dan peraturan yang berlaku, seperti SNI 1726:2019 tentang ketahanan gempa, SNI 2847:2019 tentang beton struktural, dan SNI 1727:2020 tentang beban minimum. Perencanaan struktur yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan keandalan bangunan. Dengan perencanaan yang baik, bangunan dapat menahan beban yang bekerja selama masa pakainya, termasuk beban ekstrim seperti gempa bumi. Selain itu, perencanaan yang efisien juga dapat menghasilkan biaya konstruksi yang lebih optimal.

  8. DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGAMANAN KOTAK AMAL BERBASIS ESP32

    Penelitian ini mengembangkan sistem kotak amal cerdas berbasis ESP32 yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, transparansi, dan efisiensi dalam pengelolaan infak. Sistem terdiri dari tiga fitur utama, yaitu: (1) sistem keamanan berbasis sensor getar dan alarm yang mampu mendeteksi upaya pencurian, (2) sistem identifikasi petugas menggunakan RFID dan solenoid door lock untuk memastikan hanya petugas resmi yang dapat mengakses kotak amal, serta (3) sistem penghitung uang otomatis yang memanfaatkan sensor warna TCS3200 untuk mengenali nominal uang kertas. Notifikasi dari ketiga sistem dikirimkan secara real-time melalui Telegram. Metodologi yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras dan lunak, pengujian sistem dalam kondisi nyata, serta evaluasi efektivitas melalui tiga tahap eksperimen.

    Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem keamanan dan sistem identifikasi bekerja dengan baik, dengan tingkat keberhasilan mencapai 100% dalam skenario uji laboratorium maupun lapangan. Namun, sistem penghitung uang otomatis hanya mencapai rata-rata tingkat keberhasilan 35% dalam mengenali nominal uang berbagai emisi (2016 dan 2022), terutama disebabkan oleh overlapping nilai frekuensi RGB antar pecahan uang dan pengaruh kondisi pencahayaan. Perbaikan rentang frekuensi berhasil menghilangkan deteksi 0% pada nominal tertentu, namun belum secara signifikan meningkatkan akurasi keseluruhan. Inovasi ini telah didaftarkan sebagai Hak Cipta dengan nomor EC002024256721, sebagai bentuk perlindungan atas kekayaan intelektual.

  9. FESSEL (FISH INDUSTRY WASTEWATER SYSTEM INSTALATION): PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI PERIKANAN TERINTEGRASI MENGGUNAKAN SISTEM SEQUENCED ANAEROBIK-WETLAND

    Belida fish (Chitala hypselonotus), an endemic freshwater species, is currently endangered, partly due to water pollution from fish processing industry wastewater. This waste contains pollutants such as COD, BOD, and ammonia, which damage aquatic habitats and disrupt ecological balance. Limited public awareness and lack of affordable treatment technology have led to untreated wastewater being discharged directly into rivers. To address this issue, FESSEL (Fish Industry Wastewater System Installation) was developed as an innovative treatment system using a sequence of anaerobic digestion–wetland processes. This technology can reduce pollutant levels by up to 97.45%, ensuring the effluent meets environmental standards. Moreover, FESSEL produces methane gas as an alternative energy source, reducing production costs by 23.17%. This innovation offers an integrated solution to conserve belida fish populations and support environmentally sustainable industrial practices.

    Ikan belida (Chitala hypselonotus) merupakan ikan endemik sungai yang kini keberadaannya terancam punah, salah satunya akibat pencemaran air dari limbah cair industri pengolahan ikan. Limbah tersebut mengandung zat pencemar seperti COD, BOD, dan ammonia yang merusak habitat dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Minimnya pengetahuan masyarakat serta terbatasnya teknologi pengolahan limbah yang sederhana dan murah menyebabkan limbah dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu. Menanggapi hal ini, dikembangkanlah teknologi FESSEL (Fish Industry Wastewater System Installation), sebuah inovasi instalasi pengolahan limbah dengan sistem sequence anaerobic digestion–wetland. Teknologi ini mampu menurunkan kandungan pencemar hingga 97,45%, sehingga air limbah memenuhi baku mutu. Selain itu, FESSEL menghasilkan gas metana sebagai energi alternatif yang dapat menghemat biaya produksi hingga 23,17%. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi terpadu dalam menjaga keberlangsungan spesies ikan belida serta mendukung produksi industri yang ramah lingkungan.

  10. RANCANG BANGUN  INKUBATOR BAYI BERBASIS FUZZY LOGIC DAN ENERGI MANDIRI

    Pada era modern ini, kebutuhan akan perangkat medis yang handal semakin meningkat, khususnya untuk perawatan bayi prematur. Salah satu alat vital adalah inkubator bayi yang berfungsi menjaga suhu dan kelembaban lingkungan agar tetap stabil. Inkubator konvensional umumnya bergantung pada listrik PLN, sehingga rentan terhadap risiko saat terjadi pemadaman listrik. Untuk itu, dikembangkan inkubator bayi berbasis fuzzy logic dengan dukungan energi mandiri dari baterai aki. Sistem ini dilengkapi dengan kontrol otomatis suhu dan kelembaban menggunakan fuzzy logic serta fitur pemantauan real-time berbasis Internet of Things (IoT). Penggunaan baterai aki memungkinkan inkubator tetap beroperasi saat terjadi pemadaman, sehingga keselamatan bayi tetap terjaga. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mendukung perawatan neonatal, khususnya di daerah dengan pasokan listrik yang tidak stabil.

  11. IMPLEMENTASI ALGORITMA BINARY SEARCH PADA APLIKASI MANAJEMEN TUGAS SISWA BERBASIS WEB

    Manajemen tugas merupakan proses penting dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Namun, sistem manajemen tugas konvensional yang masih diterapkan di MI Nurusy Syifa menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan dalam penelusuran tugas, keterlambatan pelaporan, dan kurangnya transparansi pemantauan kemajuan tugas. Permasalahan ini semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah siswa dan tugas yang harus dikelola secara manual, sehingga pencarian data menjadi tidak efisien dan rawan kesalahan. Studi ini berusaha untuk mengembangkan aplikasi manajemen tugas melalui internet yang memanfaatkan algoritma Binary Search guna meningkatkan efisiensi pencarian data tugas maupun nilai siswa. Dengan kompleksitas waktu O(log n), algoritma Binary Search mampu mempercepat proses pencarian dibandingkan metode linear, terutama pada data yang tersimpan secara terurut. Implementasi aplikasi ini diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalam proses pemberian, pengumpulan, serta pemantauan tugas secara lebih sistematis dan terstruktur. Selain itu, penerapan teknologi ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja guru, memudahkan pengumpulan tugas secara online, serta mendukung proses pembelajaran yang modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi di MI Nurusy Syifa.

     

    Task management is a crucial process that supports the smooth running of teaching and learning activities in schools. However, the conventional task management system currently used at MI Nurusy Syifa faces several challenges, such as difficulties in tracking assignments, delays in reporting, and lack of transparency in monitoring task progress. These problems become more complex as the number of students and assignments increases, with manual management leading to inefficient data retrieval and a higher risk of errors. This study aims to develop a web-based task management application that utilizes the Binary Search algorithm to improve the efficiency of searching for student assignments and grades. With a time complexity of O(log n), the Binary Search algorithm significantly accelerates the search process compared to linear search methods, especially for sorted data. The implementation of this application is expected to assist teachers and students in systematically managing the assignment process, from distribution and submission to monitoring progress. Furthermore, this technological adoption is anticipated to enhance teacher productivity, facilitate online task submission, and support a modern, technology-responsive learning environment at MI Nurusy Syifa.

  12. IMPLEMENTASI SISTEM GATE BARRIER MENGGUNAKAN QR CODE DAN LOOP DETECTOR PARKIR JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLNEP

    This study aims to develop an automated parking system at the Department of Electrical Engineering, POLNEP, to improve the efficiency and security of vehicle access. The system replaces the manual parking method, which is prone to queues, ticket loss, and unauthorized access. It utilizes QR Codes for user authentication and loop detectors to accurately detect vehicle presence, ensuring the gate barrier only operates when a vehicle is properly positioned. The entire system functions without human intervention. System testing was conducted to evaluate access speed, detection accuracy, and overall system reliability. Results show that the GM66 QR Code scanner performs optimally at a 15 cm distance with the fastest response time of 0.3 seconds. The loop detector demonstrated excellent performance with a 100% success rate in detecting all 10 test users. However, several technical challenges were identified, including the scanner’s sensitivity to lighting conditions and connectivity issues between the microcontroller and the website. Despite these issues, the implemented system shows strong potential in enhancing parking efficiency and access security within the campus environment.

     

    Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem parkir otomatis di Jurusan Teknik Elektro POLNEP guna meningkatkan efisiensi dan keamanan akses kendaraan. Sistem ini dirancang untuk menggantikan metode manual yang rentan terhadap antrean, kehilangan tiket, dan penyalahgunaan akses. Teknologi yang digunakan meliputi QR Code sebagai metode autentikasi pengguna dan loop detector untuk mendeteksi keberadaan kendaraan, sehingga gate barrier hanya beroperasi saat kendaraan terdeteksi secara akurat. Sistem ini dirancang agar beroperasi tanpa campur tangan manusia.Pengujian dilakukan untuk mengukur kecepatan akses, keakuratan deteksi, dan keandalan sistem. Hasil menunjukkan bahwa QR Code Scanner GM66 memiliki performa terbaik pada jarak 15 cm dengan waktu respons tercepat 0,3 detik. Loop detector juga menunjukkan kinerja sangat baik dengan tingkat keberhasilan deteksi sebesar 100% pada seluruh uji coba terhadap 10 pengguna. Namun, beberapa kendala teknis masih ditemukan, seperti sensitivitas Scanner GM66 terhadap kondisi pencahayaan serta masalah konektivitas antara mikrokontroler dan website. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi parkir dan keamanan akses kendaraan di lingkungan kampus.

  13. PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS CONCRETE PUMP DAN BUCKET COR PADA PEKERJAAN PENGECORAN STRUKTUR METODE BOTTOM UP (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN ITS CW-01 SURABAYA)

    Semakin berkembangnya proyek konstruksi, maka semakin berkembang pula penggunaan teknologi peralatan konstruksi. Untuk pekerjaan pengecoran saat ini banyak digunakan beton ready mix dan peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan tersebut adalah truck concrete pump yang berfungsi untuk menyalurkan beton sampai ke area pengecoran. Sedangkan untuk mensuplai beton dari instalasi prosesing produksi beton digunakan truck mixer. Produktivitas Concrete pump lebih tinggi dibandingkan bucket cor. Hal ini disebabkan oleh kecepatan kerja yang lebih stabil, pekerjaan pengecoran lebih baik, serta efisiensi waktu yang lebih tinggi karena minimnya hambatan seperti antrian dan pengangkutan beton secara manual.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakkan metode kuantitatif dengan cara observasi langsung di lapangan.  Hasil Produktivitas yang diperoleh dari alat berat pengecoran concrete pump dengan volume sebesar 173,01 m3 dengan total waktu 11,5 jam jadi untuk produktivitasnya sebesar 15,04348 m3/Jam., sedangkan Untuk alat berat bucket cor dengan volume sebesar 88,27 m3 dengan total waktu sebesar 12 jam, jadi untuk produktivitas dari alat berat Bucket cor sebesar 7,3846 m3/Jam.

     

  14. PENGARUH INSENTIF DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PETUGAS APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) BANDAR UDARA HANG NADIM BATAM

    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh insentif dan motivasi terhadap kinerja petugas Apron Movement Control (AMC) di Bandar Udara Hang Nadim Batam. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran petugas AMC dalam menjamin kelancaran dan keselamatan operasional di area apron bandara. Permasalahan yang muncul adalah ketidakpastian pemberian insentif dan perlunya peningkatan motivasi kerja yang berpotensi mempengaruhi kinerja petugas.

    Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 petugas AMC di Bandar Udara Hang Nadim Batam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh insentif dan motivasi terhadap kinerja petugas.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, insentif mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja petugas, sedangkan motivasi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja petugas. Secara simultan, insentif dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja petugas AMC dengan kontribusi sebesar 61,9%, sedangkan sisanya 38,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar manajemen bandara lebih mengutamakan peningkatan motivasi kerja petugas melalui pengembangan karier dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, serta memperbaiki sistem insentif agar lebih adil dan transparan.

  15. Klasifikasi Sifat Fisis Tanah Lempung Dengan Metode USCS (Unified Soil Classification System)(Studi Kasus: Kec. Rungkut, Surabaya Jawa Timur)

    Pengertian tanah sangat umum dan luas dalam lingkup teknik sipil dapat diartikan bahwa tanah merupakan material yang terdiri dari beberapa zat alam yang terbentuk dari pelapukan. Secara umum dari jenis tanahnya maka sifat dari tanah tersebut dapat diketahui. Tanah yang berjenis lempung akan cenderung memiliki sifat kedap air, kohesivitas yang tinggi dan nilai kuat geser yang rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan sifat fisis tanah lempung di Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, menggunakan metode klasifikasi tanah USCS (Unified Soil Classification System). Proses penelitian dimulai dari pengambilan sampel tanah di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan serangkaian pengujian laboratorium, meliputi pengujian kadar air, berat jenis tanah, analisis saringan dengan metode basah, serta batas Atterberg (batas cair dan batas plastis). Hasil dari setiap pengujian memberikan parameter fisis tanah yang dibutuhkan untuk proses klasifikasi. Berdasarkan data yang diperoleh, tanah lempung pada lokasi studi berhasil diklasifikasikan sesuai dengan kriteria dalam sistem USCS. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa sampel tanah memiliki kadar air rata-rata sebesar 49,45% dan berat jenis sebesar 2,725 gr/cc, yang mengindikasikan tanah lempung anorganik. Analisis saringan menunjukkan 96,4% tanah lolos ayakan No. 200. Nilai batas cair (LL) adalah 78,22%, batas plastis (PL) 35,74%, dan indeks plastisitas sebesar 42,48%.

  16. PERAN WEBSITE DESA DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI ANGGARAN PEMERINTAH DI TIMIKA JAYA

    Transparansi anggaran merupakan elemen krusial dalam membentuk tata kelola desa yang akuntabel dan partisipatif. Dalam era digital, website desa menjadi media strategis untuk mendistribusikan informasi anggaran kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran website Desa Timika Jaya dalam meningkatkan transparansi anggaran pemerintah desa. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara, observasi, dan kuesioner terhadap perangkat desa dan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa publikasi APBDes di website desa berdampak positif terhadap partisipasi, di mana 68% responden merasa lebih percaya dalam pengawasan dana desa setelah mengakses informasi daring. Namun, tantangan seperti literasi digital rendah (tercatat 42% warga tidak tahu cara akses website) dan minimnya pembaruan konten menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM dan infrastruktur digital mutlak diperlukan guna menjadikan website desa sebagai alat efektif dalam mendorong transparansi anggaran.

  17. SISTEM PELACAKAN POSISI MATAHARI DAN MONITORING PADA PANEL SURYA BERBASIS INTERNET OF THINGS

    Kurang optimalnya penyerapan energi akibat posisi panel yang tidak mengikuti pergerakan matahari merupakan masalah penggunaan panel surya statis . Hal ini mengurangi efisiensi konversi energi surya menjadi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pelacakan posisi matahari berbasis Internet of Things (IoT) guna mengatasi masalah tersebut. Sistem dirancang menggunakan sensor LDR, RTC, INA226, dan Gyro untuk mengatur sudut panel agar selalu tegak lurus terhadap sinar matahari. Protokol MQTT dan HTTP digunakan untuk mengirimkan data performa panel secara real-time dan menyimpannya ke database. Pengujian dilakukan selama dua hari: satu hari menggunakan sistem pelacakan dinamis dan satu hari sistem statis. Hasil menunjukkan bahwa sistem pelacakan menghasilkan energi bersih sebesar 16,25 Wh, sedangkan sistem statis hanya 12,89 Wh. Peningkatan efisiensi mencapai 26,07%, membuktikan bahwa sistem pelacakan posisi matahari secara dinamis lebih efektif dalam meningkatkan output energi.

  18. Simulasi Daya Dukung Tiang Pancang pada Tanah Lunak Menggunakan Software Plaxis 3D

    Kondisi tanah lunak dengan daya dukung rendah menjadi tantangan dalam perencanaan fondasi bangunan bertingkat karena berisiko menimbulkan penurunan berlebih. Pada proyek Tower 3 CWI-01 ITS di Surabaya digunakan spun pile diameter 60 cm dan uji PDA untuk mengetahui kapasitas aktual. Penelitian ini mengevaluasi performa tiang pancang diameter 60 cm melalui simulasi Plaxis 3D serta membandingkannya dengan diameter 50 cm dan 40 cm dari aspek daya dukung ultimate, penurunan, dan jumlah tiang yang dibutuhkan untuk menahan beban rencana 1966,35 ton. Hasil menunjukkan diameter 60 cm memerlukan 10 tiang (2.337 ton, penurunan 33,6 mm), diameter 50 cm memerlukan 12 tiang (2.311,2 ton, penurunan 31,9 mm), dan diameter 40 cm memerlukan 15 tiang (2.290,5 ton, penurunan 28,7 mm), dengan nilai optimal presentase tertinggi 85,8% dicapai oleh diameter 40 cm. Dengan demikian, diameter 40 cm dengan 15 tiang direkomendasikan sebagai desain fondasi paling optimal karena menghasilkan daya dukung memadai, penurunan lebih kecil, dan efisiensi tinggi.