HUBUNGAN AUTENTISITAS DIRI DENGAN REGULASI DIRI PADA SOCIAL MEDIA JOB SEEKER

Main Article Content

Cecilia Trihastuti Sitorus
Erik Saut H Hutahaean
Ferdy Muzzamil

Abstract

Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi ruang strategis bagi pencari kerja untuk membentuk citra profesional secara daring. Namun, tekanan untuk menampilkan diri sesuai harapan sosial sering kali menimbulkan ketidaksesuaian antara identitas sejati dan representasi diri digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara autentisitas diri dan regulasi diri pada social media job seeker. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan non-parametrik dan partisipan sebanyak 144 responden. Instrumen yang digunakan adalah skala autentisitas diri dari Wood et al. (2008) dan skala regulasi diri dari Baumeister et al. (2004), yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan secara daring. Alat analisis yang digunakan adalah JASP versi 0.193.3. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara autentisitas diri dan regulasi diri (r = 0,688, p < 0,001). Hasil uji Kendall’s Tau-B juga menunjukkan hubungan positif (τ = 0,554, p < 0,001). Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa semakin otentik individu dalam membangun citra diri di media sosial, semakin besar kemampuannya dalam mengelola emosi, pikiran, dan perilaku secara efektif.

Article Details

Section

Articles